IDENTIFIKASI PERSYARATAN HUKUM DAN AUDIT INTERNAL

Identifikasi persyaratan hukum dan lainnya.

Untuk mengelola energi secara efektif, maka manajemen energi harus menyadari persyaratan ini. Dalam modul kebijakan energi sudah dijabarkan aturan nasional antara lain UU No. 30 tahun 2007, PP 79 tahun 2009 dan peraturan menteri lainnya. Akan tetapi masih ada beberapa persyaratan aturan baik yang wajib maupun sukarela yang harus diidentifikasi dan juga dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, seperti :

  • Kebijakan Energi Nasional (KEN)
  • Rencana induk konservasi energi nasional (RIKEN)
  • Standar Nasional Indonesia tentang konservasi energi pada bangunan yang meliputi tata udara, tata cahaya, selubung bangunan, dan audit energi
  • Sertifikasi manajer energi dan auditor energi (SKKNI tentang manajer energi dan auditor energi).
  • Pelaporan wajib kegiatan manajemen energi ke Kementrian ESDM (POME)
  • Persyaratan aturan dengan pihak penyedia energi seperti dengan PT. PLN, PGN atau lainnya
  • Persyaratan lain yang mungkin ada termasuk arahan perusahaan, perjanjian sektoral untuk diikuti organisasi, program sukarela, dll.

Kegiatan identifikasi kepatuhan sangat penting karena terkait dengan tujuan energi dalam kebijakan energi, yang selanjutnya dapat digunakan untuk menganalisis total konsumsi energi dan mengembangkan baseline energi. Identifikasi ini membutuhkan perusahaan audit energi yang salah satunya adalah Sewatama.

Audit Internal

Pelaksanaan evaluasi kinerja pelaksanaan manajemen energi secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu evaluasi kinerja energi (teknis) dan kinerja system manajemen energi. Audit Sistem Manajemen Energi didasarkan pada konsep audit yang umum, yaitu membandingkan kondisi aktual dengan kondisi yang diharapkan untuk mendapatkan temuan. Temuan audit bisa positif (kriteria dan bukticocok) atau negatif (kriteria dan bukti tidak cocok). Audit SME menggabungkan fitur umum yang merupakan elemen penting dari pemeriksaan, yaitu:

  • Audit direncanakan dan menggunakan metodologi tertentu
  • Audit harus bebas dari bias atau prasangka (misalnya tidak mengaudit pekerjaan sendiri)
  • Audit mencakup pertimbangan kritis / review temuan yang dihasilkan
  • Audit memperhatikan semua kegiatan yang berada dalam lingkup sistem manajemen energi
  • Audit mengevaluasi kinerja energi
  • Sampel audit berdasarkan penggunaan energi dan konsumsi serta kinerja energi
  • Audit harus memastikan bahwa kegiatan dilaksanakan secara efektif dan konsisten
  • Audit menggunakan orang yang telah dilatih sebagai auditor.

Hasil audit harus terdokumentasi dalam sebuah laporan audit dan dikomunikasikan kepada manajemen puncak. Laporan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan SME tetapi juga mengacu langsung kepada efisiensi energi. Dalam menyusun laporan audit, dua tujuan yang spesifik harus dikemukakan yaitu :

  • Laporan harus memberikan bukti objektif dari pelaksanaan yang efektif dari proses audit.
  • Laporan harus memuat tindakan koreksi yang harus ditangani dan untuk kebutuhan tindak lanjut yang akan dilakukan.

Audit internal harus secara teratur dilakukan, setidaknya sekali setahun. Dapat dilakukan oleh karyawan perusahaan yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan tentang SME. Atau jika tidak, dapat berkonsultasi dengan auditor eksternal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *